Luhut dan Sri Mulyani Akan Dilaporkan ke Bawaslu

0
91
views

Tim Advokasi dan Hukum Badan
Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga S Uno akan melaporkan Menteri
Koordinator Kemaritiman Luhut B. Panjaitan dan Menteri Keuangan Sri
Mulyani ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Keduanya diduga
menggunakan forum internasional untuk kepentingan kampanye. Luhut
mengarahkan Direktur IMF Christine Lagarde dan Presiden Bank Dunia Jim
Yong Kim mengacungkan salam satu jari dalam penutupan pertemuan tahunan
IMF dan Bank Dunia di Bali, Senin malam (15/10).

Penutupan Annual Meeting IMF – Bank Dunia. Dari kiri ke kanan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim, Direktur Pelaksana Christine Legarde, Ketua Panitia Luhut Pandjaitan, Menkeu Sri Mulyani, Gubernur BI Perry Warjiyo. Credit Photo: (Liputan6.com/AnggaYuniar)

Semula Luhut dan Menteri Keuangan Sri Mulyani mengacungkan sepuluh
jari. Luhut kemudian mengubahnya menjadi satu  jari. Namun melihat
Lagarde dan Jim mengacungkan dua jari, Luhut kemudian meminta Christine
untuk mengacungkan satu jari.

Sementara Sri Mulyani kedapatan menjelaskan kepada Lagarde, ”Two is
for Prabowo, One is Jokowi.” Setelah itu Lagarde dan Jim bersama Luhut
mengacungkan satu jari.

Luhut juga diduga melakukan pelanggaran kampanye ketika merayakan
keberhasilan pengamanan kegiatan Annual Meeting IMF WB bersama prajurit
TNI dan Polri. Dia terlihat melakukan goyang satu jari yang identik
dengan nomor urut pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Ini merupakan dugaan pelanggaran serius, karena Luhut melibatkan
orang asing dan memanfaatkan forum internasional untuk berkampanye.
Luhut juga membahayakan netralitas anggota Polri dan TNI yang seharusnya
netral tapi melakukan pemihakan dengan simbol-simbol kepada capres
tertentu,” kata A. Husen, anggota Tim Advokasi dan Hukum BPN
Prabowo-Sandi.

Lebih lanjut A. Husen menjelaskan, bahwa sebagai purnawirawan
jenderal TNI, Luhut seharusnya tahu jika anggota TNI/Polri harus netral
dalam Pemilu.

“Tapi sebaliknya ia malah melakukan tindakan yang mengarahkan pada capres tertentu,” tambah Husen.

Apa yang dilakukan oleh Luhut,
menurut Husen terindikasi melanggar UU Pemilu dan mempermalukan nama
Indonesia di depan dunia internasional. Oleh karena itu, Tim Advokasi
menurut rencana akan melaporkan tindakan Luhut tersebut ke Bawaslu.

LEAVE A REPLY