Umat Islam Harus Menjadi Pemersatu Di Tahun Politik

0
142
views
sumber; selleger

Menghadapi situasi politik nasional akhir akhir ini yang penuh dengan ujaran kebencian, informasi hoax dan lainnya, Umat Islam Indonesia harus mampu jadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Hal ini karena umat Islam dengan jumlah mayoritas di Indonesia, sudah terbukti mampu menyatukan nusantara yang terdiri dari berbagai macam etnis, suku, dan bahasa. Kalau bangsa Indonesai ini maju, kuat dan bersatu, maka yang paling banyak mendapatkan keuntungan adalah umat Islam karena jumlahnya yang besar. 

Hal itu dikatakan oleh Azyumardi Azra, seorang cendekiawan Muslim sekaligus mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah, dalam acara Kuliah Umum yang diselenggarakan Pengurus Pusat Badan Koordinasi Muballigh Indonesia (BAKOMUBIN) di Jakarta, rabu kemarin (18/12/2018). Azyumardi menambahkan, untuk mewujudkan hal tersebut, Umat Islam wajib meneladani Rasulullah Muhamamd SAW dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Menurut Azyumardi Azra, ketika Nabi Muhammad SAW Hijrah ke Madinah, Dia bisa menyatukan dan mendamaikan dua kekuatan umat yaitu kaum Muhajirin dan Kaum Anshar. Kaum Muhajirin berarti mereka yang ikut bersama Nabi Hijrah.  Sedangkan Kaum Anshar adalah mereka yang menjadi penolong Nabi dan Sahabat ketika mereka Hijrah ke Madinah 

Dalam konteks kebangsaan Indonesai, spirit ajaran Islam yang dibawakan Nabi Muhammad SAW, bisa menjadi faktor pemersatu bangsa. Azyumardi juga membantah pernyataan ilmuwan barat yang menganggap bahwa Islam menjadi sebab pemecah belah kehidupan bangsa. Menurutnya, Orang Aceh bisa bersatu dan bersaudara dengan orang bugis yang berlainan bahasa, orang Banjar dengan orang Jawa. Hal ini diperlihatkan dengan kegiatan penyebaran dakwah Islam oleh para muballigh yang sampai lintas yang melintasi pulau pulau di Indonesia. Para penyebar Islam di Makassar misalnya sebagaian berasal dari Minang. Demikian juga dengan Syakh Yusuf Makassar yang menyebarkan dakwah sampai ke Cape Town Afrika.

Relevansi meniru keteladanan Rasulullah SAW di Tahun Politik ini menemukan momentumnya ketika umat islam terpolarisasi dalam kegiatan dukung mendukung dua pasangan calon presiden, dan membuat umat terfragmentasi bahkan terpolarisasi hingga tingkat bawah. Menurut Azyumardi Azra, dalam tahun politik ini tidak boleh sekelompok umat Islam merasa paling Islami dan lebih Islami dari kelompok lain, sehingga mengakibatkan sikap dan perilaku ekslusif, bahkan metup diri dengan kelompok lain

Padahal umat Islam wajib mengembangkan semangat ukhuwah (persaudaraan) baik persaudaraan dalam konteks keagamaan, kebangsaan dan kemanusiaan. Untuk menghadapi tahun politik ini, umat Islam juga perlu mengembangkan pendekatan akhlakul karimah. Hal ini sesuai dengan spirit Nabi bahwa beliau diutus tidak lain untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. 

Pendekatan semangat ukhuwah dan akhlak sangat penting karena kebangkita Islam di dunia internasional diharapkan muncul dari bumi Indonesia, bukan negara lain. mengapa? karena kondisi dan kehidupan umat Islam Indonesia sangat rukun, damai, tenteram, moderat.  Berbeda dengan kondisi umat di negara lain, yang dalam kondisi konflik sosial, peperangan, dan lainnya sehingga mereka tidak bisa diharapkan bisa menjadi mercusuar peradaban dunia

Oleh sebab itu, tugas umat Islam di Indonesia harus meneladani perilaku Rasul untuk memperkuat negara bangsa (nation state), bukan malah menghancurkannya. penguatan negara bangsa di antaranya bisa dilakukan dengan memperkuat etos kerja, etos belajar umat sehingga bisa berdampak terhadap kesejahteraan umat. 

Hanya saja pengembangan Etos Islam sekarang ini menghadapi kendala strutkural, diantaranya masih belum berpihaknya sektor kelembagaan keuangan syariah terhadap sektor informal umat, dalam melakukan pembiayaan dan pemberdayaan ekonomi umat. pelaku bisnis sektor mikro dan sektor informal, masih dianggap belum cukup bankable, sehingga belum bisa memperoleh bantuan pembiayaan ekonomi. Akibatnya etos umat tidak tumbuh berkembang. 

Inilah tantangan besar kedepan yang harus dituntaskan dalam mendorong peningkatan Etos Umat, sehingga mampu mendorong akselerasi peran umat dalam pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sekaligus peran umat dalam meningkatkan semangat ukhuwah, pendekatan akhlakul karimah untuk memperkuat integrasi bangsa dalam menghadapi tahun politik.

 

LEAVE A REPLY