Lion Air Jatuh: Faktor Teknis atau Human Eror?

0
95
views

Pesawat Lion Air dengan nomor kode JT 610 jurusan Jakarta Pangkal Pinang, diberitakan mengalami kecelakaan jatuh di atas perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat dengan ketinggian 3000 meter diatas kaki. Pesawat Lion take off dari Bandara Soetta pukul 06.20 WIB dan mengalami kehilangan kontak pukul 06.33 WIB. Pesawat Lion Air ini membawa penumpang dan kru pesawat sejumlah 189 orang. 

Pesawat Lion Air ini menggunakan type pesawat Boeing 737 MAX 8, salah satu jenis pesawat terbaru yang dimiliki Lion Air. Pesawat Boeing 737 Max baru bergabung dengan Lion Air pada Agustus 2018. Artinya pesawat ini relatif sangat baru.

Sebelumnya sempat beredar percakapan di media sosial bahwa pesawat Lion Air JT  610 yang mengalami kecelakaan adalah sama persis dengan pesawat yang ditumpanginya dalam penerbangan Denpasar menuju Jakarta, sehari sebelumnya. Menurut penumpang tersebut, pesawat jenis Boeing 737 type Max 8 ada indikasi kerusakan mesin. Hal ini misalnya terlihat ketika pesawat mulai meninggalkan parkiran dan menuju runway. Akan tetapi ketika sampai runway, pesawat tersebut kembali ke parkiran tanpa ada penjelasan dari pihak kru pesawat. Penumpang harus tertahan di pesawat selama kurang lebih 30 menit tanpa tahu apa penyebabnya. Para penumpang sempat resah dan khawtair karena kondisi dalam pesawat panas, AC mati dan pintu tertutup. Lantai pesawat terasa sangat panas entah apa penyebabnya. Pesawat yang semula di jadwalkan take off pada pukul 18.15 WITA terpaksa mengalami delayed pukul 19.30 WITA.

Sebelumnya Edward Sira riit, direktur Lion Air menyatakan bahwa pesawat Lion Air JT 610 ini sudah diperiksa oleh enginer Lion Air dan dinyatakan layak terbang.  Enginer Lion Air sudah mendapatkan sertifikasi dari Kemenhub. Untuk meyakinkan hal tersebut, Edward Sirati menunjukkan bahwa enginer tersebut juga ikut dalam penerbangan tersebut. 

Kecelakaan Pesawat Lion Air menambah deretan panjang kecelakaan pesawat di Indonesia. Sebelumnya pada 18 Desember 2014, Pesawat Air Asia dengan kode pesawat QZ 8501 Jurusan Surabaya-Singapura, mengalami kecelakaan dan jatuh di perairan Pangkalan Bun Kalimantan Tengah. Berdasarkan laporan Komite Nasional Keselamatan Terbang (KNKT), salah satu faktor kecelakaan pesawat Air Asia adalah karena faktor teknis berupa gangguan sistem pesawat

Pesawat Boeing 737 type Max termasuk kategori pesawat baru produksi boeing. Pesawat ini mendapatkan sertifikasi dari FAA (Federation Adminstration Aviaton) pada Maret 2017. Akan tetapi pada Mei 2017, sertifikasi itu dicabut oleh FAA dengan alasan masih adanya kendala teknis pada mesin pesawat sehingga sangat riskan terhadap keselamatan penerbangan. Pesawat Boeing 737 jenis Max dibandrol dengan harga 110 juta US Dollar AS. 

LEAVE A REPLY