Jatuh Tujuh Kali, Bangkit Delapan Kali

0
61
views

G Sutarto

Watak hampir bersinonim dengan integritas. Masa bodoh antonim dari integritas. Watak dibangun melalui jangka waktu yang tidak pendek. Reputasi bisa runtuh hanya dalam hitungan detik (David K Hatch)

gambar : publicdomainpictures.net

Seorang Pria yang tidak lulus ujian universitas dinikahkan orang tuanya. untuk mendapatkan penghasilan, ia melamar menjadi guru Sekolah Dasar (SD) dan mulai mengajar. Karena tidak punya pengetahuan mengajar, belum sampai satu minggu, ia sudah dikeluarkan dari tempatnya mengajar

Setibanya dirumah, sang istri menghapuskan air matanya, menghiburnya dengan berkata;” banyak ilmu dalam otak, ada orang yang bisa menuangkannya, ada pula yang tidak bisa. Tidak perlu bersedih hati karena hal ini. Mungkin ada pekerjaan lain yang lebih cocok untukmu sedang menanti. 

Kemudian laki laki itu melamar dan melakukan pekerjaan lain, tapi kemudian dipecat karena gerakannya yang dianggap lamban. Sang istri pun berkata;” Kegesitan kaki dan tangan setiap orang berbeda. orang lain sudah bekerja beberapa tahun lamanya, kamu hanya belajar di sekolah. bagaimana bisa cepat?” 

Laki laki itu pun lalu bekerja di banyak pekerjaan lain, tapi tidak ada satupun yang berhasil. Semua gagal di tengah jalan. Meski demikian, tiap kali pulang dengan patah semangat, sang istri selalu menghiburnya, dan tidak pernah mengeluh. Ketika sudah berumur 30-an tahun, ia mulai mendapat sedikit berkat, melalui bakat berbahasanya. Ia menjadi pembimbing di Sekolah Luar Biasa (SLB) Tunarungu dan Tunawicara 

Ia kemudian membuka SLB, membuka usaha menjual alat alat bantu untuk orang berkebutuhan khusus di berbagai kota. Akhirnya ia menjadi bos yang memiliki kekayaan berlimpah dari usahanya tersebut. 

Suatu hari, ia yang sekarang sudah sukses bertanya kepada sang istri, kenapa ketika masa depannya masih suram, sang istri tetap begitu percaya padanya? Jawaban sang istri ternyata sangat polos dan sederhana;” sebidang tanah yang tidak cocok ditanami gandum, bisa dicoba untuk ditanami kacang. Jika kacang pun tidak bisa tumbuh dengan baik, coba ditanami buah buahan. Jika buah buahan pun tidak bisa tumbuh, semaikan bibit gandum hitam, pasti bisa berbunga

Mendengar penjelasan sang istri, ia mengeluarkan air mata terharu. keyakinan kuat, ketabahan, serta kasih sayang sang istri, bagaikan sebutir bibit unggul. Semua prestasi dirinya adalah berkat keajaiban bibit unggul yang kukuh hingga bertumbuh kembang jadi kenyataan

Charles Dickens punya ungkapan bagus. Manusia, kala meragukan dirinya sendiri dan sedang kebingungan, kadang malah menghasilkan karya spektakuler. Dari lembah kesengsaraan muncullah berkah. 

Kita akan ikut bahagia apabila orang yang tadinya susah menjadi sukses. Orang yang tidak tahu menghargai sesuatu, biarpun diberi sebongkah emas, tidak akan merasakan kebahagiaan. Orang yang tidak toleran, seberapa banyak pun temannya, akhirnya akan sepi dalam kesendirian. Orang yang tidak bersyukur, seberapa pintar pun tidak akan bahagia. Orang yang tidak bertindak nyata, seberapa cerdas pun, tidak akan tercapai cita citanya. Orang yang tidak bisa bekerja sama dengan orang lain, seberapa giat pun kerjanya, tidak akan mendapatkan hasil optimal. Orang yang tidak bisa menabung, dapat rezeki terus pun, tidak akan bisa jadi orang kaya. Orang yang tidak bisa merasa puas, seberapa kayapun akan nestapa. Orang yang tidak bisa menjaga kesehatan, berobat terus pun, tidak akan panjang usia. 

sumber: Buku Jatuh 7 Kali Bangkit 8 Kali

LEAVE A REPLY