Dorce Dijebak Dukung Rekayasa Ratna Sarumpaet

0
76
views

Kasus hoax Ratna Sarumpaet menjadi ramain dan melebar kemana mana dengan menyeret beberapa artis

Ramai ramai soal kasus penyebaran hoax aktifis Ratna Sarumpaet yang mengaku dianiaya dengan muka babak belur, sempat menyeret beberapa artis diantaranya Dorce Gamalama, dan Ingrid Kansil. Dorce merasa kecewa dan dijebak oleh artis Ingrid Kansil, untuk melakukan aksi solidaritas mendukung Ratna Sarumpaet, yang mengaku mengalami tindakan kekerasan dan pengeroyokan.

Seperti dilansir kantor berita Antara, Dorce Gamalama mengaku dirinnya awalnya diminta berfoto bersama Ingrid Kansil sambil memegang foto foto Ratna Sarumpaet yang mukanya lebam babak belur seperti habis mengalami penganiayaan.  ” wah modusnya luar biasa, awalnya ketika saya sedang makan steak, bertemu Ingrid Kansil. Dia minta saya berfoto dengannya sambil memegang foto Ratna Sarumpaet yang mukanya lebam. Yang mengambil foto waktu itu anak saya sendiri” kata Dorce Gamalama. 

Atas kejadian beredarnya foto tersebut, Dorce Gamalama meminta Ingrid Kansil menjelaskan ke publik. ” saya awalnya tidak merasa punya niat buruk sama sekali sama Ingrid Kansil. mungkin niatnya baik. Tapi kok sekarang jadi begini ramai” kata Dorce Gamalama dalam video itu

Dorce merasa tidak tahu menahu kalau kemudian foto tersebut beredar luas di bumbui dengan narasi politik terkait kasus Ratna. Salah seorang netizen dengan akun @lady zeebo malah membumbui foto foto tersebut dengan narasi adanya dugaan rencana melakukan politisasi terhadap kasus Ratna Sarumpaet, dengan tudingan untuk penggalangan aksi solidaritas mendukung Ratna Sarumpaet, menyiapkan demo berjilild jilid dengan tuntutan untuk menurunkan Presiden Jokowi

Sebagaimana diketahui pubik, Ratna Sarumpaet mengaku mengalami tindakan kekerasan pengeroyokan oleh orang tak dikenal tanggal 21 September 2018, di kawasan Bandara di Bandung. Ratna mengaku sangat traumatik dan merahasiakan kejadian tersebut selama kurang lebih sepuluh hari. tanggal 30 september beredar foto foto Ratna di media sosial yang dalam keadaan muka lebam babak belur seperti habis di pukuli. 

Beredarnya foto foto tersebut merembet ke masalah politik dan persaingan capres cawapres. Hal ini karena Ratna merupakan salah satu anggota Badan Pemenangan Nasioanl Prabowo Sandi (BPN PS) sebagai juru kampanye. Pengakuan Ratna yang mengalami tindakan kekerasan dengan peredaran foto foto tersebut, menimbulkan simpati dan kepedulian dari Kandidat Capres Prabowo Subianto, yang kemudian menggelar jumpa pers tanggal selasan 2 oktober 2018 di rumahnya Jl Kertanegara. Kubu prabowo menyatakan bahwa tindakan pengeroyokan adalah tindakan pengecut yang dilakukan pihak tidak bertanggung jawab, dan meminta aparat untuk mengusut kasus tersebut. Kubu Prabowo berencana akan bertemu dengan Kapolri dan meminta untuk melakukan pengusutan

Besok harinya Rabu 2/10/2018, Mabes Polri melakukan konferensi pers dan menyatakan bahwa pengakuan Ratna Sarumpaet adalah hoax dan bohong. Pihak polri membeberkan sejumlah bukti diantaranya pengakuan dari pihak Bandara Husein Sastranegara bahwa tidak ada tindakan pengeroyokan terhadap Ratna Sarumpaet. Pihak Bandara juga mengaku tidak ada manifest penumpang atas nama Ratna Saruampaet. Pengakuan Ratna yang melakuan pengobatan di salah satu Rumah Sakit di Bandung juga dibantah polisi.  Menurut Polisi, tidak ada satupun rumah sakit di Bandung yang menerima pasien atas nama Ratna Sarumpaet pada tanggal tersebut. Polisi justru menemukan Bukti bahwa Ratna Sarumpaet melakukan kunjungan ke RSK Bina Estetika Menteng pada  tanggal 21 Sepember 2018, dan melakuan transaksi perbankan pembayaran ke pihak RSK Bina Estetika untuk melakukan operasi bedah plastik. Bukti bukti berupa rekaman cctv, call record serta bukti transaksi dibeberrkan polisi untuk memperkuat dugaan tersebut

Sore harinya di hari yang sama, Ratna Sarumpaet melakukan jumpa pers kepada publik, dan mengaku telah melakukan kebohongan dan membuat hoax atas pengakuan telah mengalami penganiayaan. Ratna mengaku membuat hoax dan meminta maaf secara terbuka kepada capres Prabowo Subanto serta beberapa tokoh penting lainnya seperti Amien Rais, Djoko Santoso, dan lainnya. Ratna mengaku membuat hoax penganiayaan untuk mengelabuhi keluarganya dari upaya operasi plastik yang dilakukannya

Pengakuan Ratna yang melakukan kebohongan sebagai korban penganiayaan, membuat gegera dunia politik nasional. Pengakuan ini sangat memukul telak dan merugikan kubu capres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Malam harinya kubu prabowo melakuan konferensi pers dan menyatakan minta maaf secara terbuka kepada masyarakat karena dia  sudah ikutan menyebarkan berita hoax, padahal kubu PS juga sebagai korban atas berita hoax. 

Kasus hoax Ratna ini segera digoreng kubu lawan yaitu dari capres petahana untuk menyerang kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. mereka munuduh capres kubu oposisi menyebarkan hoax di masyarakat, untuk menimbulkan konflik sosial dan kerusuhan di masyarakat. Oleh sebab itu mereka meminta agar bawaslu mendiskualifikasi capres dari kubu oposisi. 

LEAVE A REPLY